Sabtu, 08 September 2012

MATAHARI TAK PERNAH TERBENAM


Matahari tak pernah terbenam…. Seperti sore itu disebuah perkampungan dekat dengan stasiun Senen, saya dan beberapa anak didik saya melakukan pendampingan untuk anak jalanan. 30 anak- anak telah berkumpul tepat pukul 14.00, di sebuah rumah yang telah disewa selama setahun oleh perwakilan sebuah gereja dibilangan Jakarta. Wajah anak disana tak lepas oleh keceriaan seperti menanti mainan baru. Penasaran. Ya… mereka cukup penasaran dengan kegiatan yang akan kami berikan sore itu. Di sepetak rumah kecil, permainan itu dimulai. Mereka dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang sekolah. Kami bermain origami, membuatnya menjadi burung yang sebelumnya sudah ditulis cita- cita mereka saat ini. Mereka begitu antusias membuatnya :)
Matahari tak pernah terbenam, melihat keaktifan mereka dalam mengikuti setiap kegiatan yang ada, sepertinya semangat mereka pun tak pernah terbenam. Cerita berhadiah mendadak dimulai oleh pak Daud, salah seorang guru pendamping. Kancil yang cerdik yang berhasil membodohi lima ekor buaya, mereka mendengarkan dengan serius karena ada hadiah yang diberikan bagi mereka yang tertib, kami sudah menyiapkan snack kecil untuk mereka. Seorang anak tiba- tiba menangis karena kakinya terkena paku. Saya merinding, bagaimana jika si anak terkena tetanus? banyak hal berkelebat dibenak saya, dari suara gemuruh kereta api yang tepat di telinga, sebaran paku yang tak terlihat mata, anak- anak yang berlari tanpa alas kaki, taik ayam yang nangkring sepanjang jalan, belum lagi ludah orang yang mengental dan bisa terinjak kapan saja. Sedungu itukah saya karena hampir tiap hari berkicau pada setiap orang tentang masalah yang saya hadapi?Apa yang mereka keluhkan tentang hidup akan memenuhi seluruh muka bumi jika itu terlontar dari mulut mereka.
Tepat pukul 16.00 WIB, kami pamit pada mereka. Menanamkan nilai kehidupan tentang berbagi apapun yang mereka miliki walaupun dalam keterbatasan.Selamat pagi, anak- anakku! Matahari tak akan pernah tenggelam, dan kalian lebih mengerti itu :)

ngajarin bikin burung dari kertas lipat :)
"Wah pada rebutan kertas nih,kak!" ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar